Mozaik

Kehidupan dan Hakikat Hidup Manusia

Kehidupan dan Hakikat Hidup Manusia

Sumedang Media, JAKARTA — Allah SWT tentu memiliki dalil dalam setiap pembuatan makhluk-Nya. Termasuk insan yang dibuat dengan sekian banyak fungsi dan tujuannya. Ustaz Ali Ahmad, penceramah kajian keislaman di Masjid Nabawi Islamic School, juga meng ungkapkan mula penciptaan Nabi Adam AS.

Ia menyebut, cerita penciptaan ma nusia kesatu ini tertuang dalam surah al-Baqarah ayat 30-37. “Dalam surah tersebut Allah menyebut untuk Malaikat bahwa penciptaan insan ini sebagai khalifah di muka bumi. Khalifah ini bukan berarti pengganti Allah. Khalifah ini bermakna makhluk yang dibuat silih berganti,” ujar dia, belum lama ini.

Mendengar rencana Allah SWT, malaikat pun mengindikasikan kekhawatirannya. Malaikat mempertanyakan dalil Allah membuat makhluk yang silih berganti, namun membawa kehancuran di muka bumi ini. Allah SWT tetap pada ke putusan-Nya dan berkata, “Sesung guh nya Aku memahami apa yang tidak ka mu ketahui.”

Sebelum insan diturunkan di dunia, terdapat makhluk yang sudah lebih dulu hidup di muka bumi. Makhluk itu merupakan jin. Jin pun dinamakan sebagai makhluk yang silih berganti. Dalam pembuatan makh luk pun, jin adalahyang kesatu dibuat sebelum manusia. Jin dibuat dari api yang paling panas. “Ma laikat dibuat dari cahaya, jin dibuat dari api yang menyala-nyala dan Adam dibuat dari sesuatu yang telah dilafalkan (ciri-cirinya) guna kalian,” Hadist Shahih Muslim.

Penciptaan insan kesatu ini diki sahkan berasal dari tanah, kemudian generasi berikutnya berasal dari air mani. Allah SWT bersabda dalam surah al-Qiyamah ayat 36, “Apakah insan mengira, bah wa ia akan tidak dipedulikan sia-sia begitu saja?” Dalam surah al-Mukminun ayat 115 Allah pun berfirman, “Maka, apakah ka mu mengira, bahwasannya Kami menciptakan anda secara main-main (saja), dan bahwa anda tidak akan dibalikkan kepada Kami?” “Persoalan hamba dan Allah bukan bagaimana hamba ini mengindikasikan cintanya pada Allah. Tapi, bagaimana ia menemukan cinta Allah. Bagaimana ia dapat mendapatkan cinta dari apa yang ia cintai,” ujar Ustaz Ali.

Untuk mendapat cinta dari Allah, seseorang tersebut harus melakukan sekian banyak cara. Ada tidak sedikit usaha yang mesti dila kukan guna meraih perhatian-Nya. Ke matian bukanlah satu-satunya teknik men dapatkan cinta Allah, lagipula memi lih mati sebab merasa tertekan dengan kehidupan. Meski demikian, kematian sejatinya merupakan hakikat yang bakal terjadi pada manusia. Allah SWT sudah berfirman, “Semua yang Ia ciptakan bakal kem bali kepada-Nya.” Yang butuh dila kukan oleh manusia merupakan mempersiapkan kematian itu.

“Kematian merupakan hal yang pasti, tetapi insan tidak pernah mempersiapkannya. Yang ada insan mempersiapkan masa mendatang yang belum pasti. Bahkan, menggadaikan masa-masa dan diri sendiri,” lanjut dia. Ustaz Ali kemudian meng ajak jamaah guna mulai diri sendiri, dengan teknik merubah teknik berpikir. Yang tadinya berpikir dari dunia guna dunia, kini diolah menjadi dari dunia guna akhirat.

Salah satu teknik untuk mempersiapkan kematian dan kehidupan setelahnya merupakan dengan menjalankan amanat yang diserahkan oleh Allah. Salah satunya merupakan dengan beribadah kepada-Nya. Dalam surat al-Ahzab ayat 72, Allah berfirman, “Sesungguhnya Kami telah menyampaikan amanat (ibadah) untuk langit, bumi dan gunung-gunung, se mua nya tak mau untuk memikul amanat tersebut dan mereka cemas akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat tersebut oleh manusia.”

Keutamaan amalan umat Islam yang menjadi amanah merupakan shalat lima masa-masa dalam sehari. Jika amanah ini dipenuhi, surga dijanjikan seluas langit dan bumi. Perihal keutamaan ibadah manusia untuk Allah SWT ini pun di tuliskan dalam surat lainnya. Dalam surah adz-Dzariyat ayat 56 Allah berfirman, “Dan Aku tidak membuat jin dan manusia, tetapi supaya mereka beribadah kepada-Ku”

Allah menciptakan insan dengan sebaik-baik dan sempurnanya bentuk. Tugas insan pun melulu satu, beribadah kepada-Nya. Untuk mengemban ibadah ini, memerlukan ilmu dan akal. Dua urusan ini juga diserahkan kepada Allah guna dimanfaatkan sebaik-baiknya. “Dan Allah mengeluarkan anda dari perut ibumu dalam suasana tidak me nge tahui sesuatu pun, dan ia memberi anda pendengaran, penglihatan dan hati, supaya kamu bersyukur.” QS an-Nahl ayat 78.

Ustaz Ali mengingatkan jamaah yang muncul untuk memakai apa yang sudah diserahkan oleh Allah SWT dengan sebaik-baiknya. Amal, ilmu, dan akal yang terdapat adalahberkah yang patut disyukuri dan dipakai untuk kebaikan. Hakikatnya dalam kehidupan, tiga urusan ini dimanfaatkan guna mempersiapkan bekal untuk hari akhir.

Warta Terbaru

To Top