Mozaik

RUU Minol Belum Disahkan, DDII: Ini Bencana

RUU Minol Belum Disahkan, DDII: Ini Bencana

Sumedang Media, JAKARTA — Setelah sempat ditargetkan selesai pada Juni 2016, Rancangan Undang Undang (RUU) Larangan Minuman Beralkohol (LMB) hingga saat ini masih belum disahkan menjadi UU oleh DPR. Bahkan, diprediksi pembahasan RUU yang sudah dibahas lebih dari dua tahun ini akan dihentikan karena tidak kunjung menemui titik temu.

Salah satu penyebab belum disahkannya RUU Minol itu lantaran sejumlah fraksi tetap ingin mengubah judul menggunakan kata ‘larangan’ menjadi ‘pengendalian’, termasuk pemerintah.

Abdul Mu Pembahasan RUU Minol, Kiai Ma PAN Tetap Ingin Judul RUU Minol Gunakan Kata

Karena itu, Ketua Umum Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Muhammad Siddiq menyebut bahwa penolakan istilah ‘larangan’ itu merupakan sebuah bencana. “Itu berarti bencana kalau pemerintah menolak memilih kata kunci ‘larangan’. Ini bencana nasional yang dibikin oleh manusia,” ujar Siddiq saat dihubungi , Kamis (6/12).

Dia menuturkan, bencana itu ada dua macam, yaitu bencana yang memang dibuat langsung oleh Allah dan juga bencana yang disebabkan oleh manusianya sendiri. ” yang ini bencana yang dibuat manusia kalau istilah ‘larangan’ ditolak karena akan ada pembebasan, sehingga orang akan mempermudah peredaran minuman beralkohol,” ucapnya.

Dia pun mengingatkan kepada semua pihak agar menyelamatkan negeri ini dari peredaran bebas minuman haram tersebut. Disamping itu, kata dia, pemerintah juga harus terus memberikan pemahaman bahwa minuman beralkohol itu bisa merusak generasi bangsa.

“Kalau mau selamat negeri ini ya harus pakai ‘larangan’. Dan diberikan pemahaman melalui pendidikan supaya paham bahwa beralkohol itu merusak otak manusia dan kesejahteraan,” ucapnya.

Seperti diketahui, RUU Minol terancam gagal disahkan pada periode sekarang. Pemerintah tetap menolak redaksi kunci ‘Pelarangan’ dalam RUU tersebut. Padahal, RUU itu dianggap penting untuk menekan angka kriminalitas dan gangguan yg marak terjadi karena Minol.

 

Warta Terbaru

To Top