Kesehatan

Ternyata Ada Sunat Tanpa Jarum Suntik

Sumedang Media, Jakarta – Adanya phobia jarum suntik yang kerap dirasakan banyak orang, sangat melekat di otak. Karena itu, saat ini terdapat inovasi yang menarik untuk sunat tanpa jarum suntik. Seperti apa? Hal itu bisa menjadi salah satu pilihan terbaik untuk anak – anak yang phobia dengan jarum suntik. Sejak ditemukannya jarum suntik sekitar tahun 1850an, pemberian obat melalui suntikan menjadi bagian utama tindakan medis, untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan baik yang bersifat akut maupun kronik. Dokter maupun petugas kesehatan di seluruh dunia nyaris pasti telah menggunakan alat ini. Meski manfaat jarum suntik cukup banyak, ada kalanya pasien memiliki ketakutan akan jarum suntik yang terbuat dari logam dengan lubang di tengahnya dan tajam diujung tersebut.

”Bayangan akan rasa nyeri atau phobia disaat jarum menembus kuiit, menjadi saiah satu keluhan utama,” jeias Firesta Farizal, M.Psi., selaku Psikolog Anak saat ditemui di acara Rumah Sunat, Jakarta, Selasa (14/11/2017).

Pada mereka kelompok individu yang demikian, tentunya kepatuhan seseorang untuk menerima pengobatan yang memang harus diberikan melalui media Jarumm suntik menjadi menurun. Disisi lain, cost yang dikeiuarkan untuk pembiayaan jarum Suntik sekali pakai juga cukup besar. Lebih lanjut the American Psychiatric Association mengatakan phobia jarum suntik mempengaruhi sekitar 10 persen populasi orang di dunia. Besarnya populasi ini menjadikan beberapa perusahaan alat kesehatan berlomba-Iomba meiakukan inovasi muiai dari memperkecii ukuran jarum suntik untuk menggurangi nyeri, hingga teknoiogi terkini suntikan tanpa jarum.

Rumah Sunatan, sebagai jaringan kiinik sunat terbesar di Indonesia yang saat ini sudah memiliki 4O cabang, mencoba memanfaatkan teknoiogi mutahir itu untuk tujuan anastesi Sirkumsisi. Dr. Mahdian Nur Nasution, Spas, selaku pendiri Rumah Sunatan, berharap dengan menghilangkan penggunaan jarum suntik, yang dikombinasikan dengan teknologi Sirkumsisi modern (Mahdian Kiem) anak-anak menjadi lebih nyaman, bebas nyeri disaat di sunat. Rumah Sunatan lndonesia mengadobe teknologi needle-free injection asal Korea. Alat ini terdiri atas 3 komponen utama yaitu alat semprot cairan anastesi yang terbuat dari kaca dengan ukuran, injektor, dan pompa injektor. lnjektor, menggunakan tenaga pegas yang dapat disesuaikan kekuatan penetrasi ke kulit sesuai kebutuhan. Menggunakan bantuan pompa injektor alat ini akan memberikan tekanan pada alat penyemprot yang berisi cairan anastesi. Obat anastesi akan lebih mudah diserap dan menyebar Iebih baik menggunakan teknologi needle-free injection dibandingkan penggunaan jarum suntik konvensional.

”Dengan teknologi ini waktu capai analgesia pasien sunat menjadi lebih cepat, tanpa menimbulkan cidera jaringan dan tanpa rasa sakit,” ujar dr. Mahdian.

Dengan teknologi ini kenyamanan proses sunat baik pada anak atau dewasa juga menjadi Iebih baik. Teknologi needle-free injection juga digunakan saat melepaskan klem yang merupakan teknologi modern sirkumsisu. Kombinasi keduanya menghasilkan perpaduan Iuar biasa, sunat terbebas dari nyeri, dapat langsung beraktivitas, proses penyembuhan cepat, tanpa jahitan, dengan hasil estetik paska sunat yang indah. ”Revolusi Teknologi Sunat ini hanya bisa ,Anda dapatkan di jaringan Klinik Rumah Sunatan,” ujar Achmad Syarif Kurniawan, Kepala Divisi Operasional Rumah Sunatan.

Sunat merupakan proses memorable yang insya allah hanya dilakukan sekali dalam hidup, dan harus dilewati anak. "Jadi sebisa mungkin pengalaman sunat ini bukan menjadi pengalaman yang buruk bagi anak," jelas Firesta. Lebih lanjut orang tua akan Iebih mudah menyiapkan anak untuk menjalani proses sirkumsisi ini. Seperti kita ketahui, sunat di Indonesia dilakukan pada usia sekolah, pada usia ini anak umumnya sudah pernah mengalami di suntik dokter (vaksin, dll). Teknologi needle-free circumcision ini tentunya akan meningkatkan kenyamanan anak menjalani proses sirkumsisi.(tka)

Sumber : InilahCom

Warta Terbaru

To Top