Internasional

OPCW akan Larang Penggunaan Racun Saraf Novichok

OPCW akan Larang Penggunaan Racun Saraf Novichok

Sumedang Media, DEN HAAG — Badan pengawas senjata kimia dunia (OPCW) bakal memasukkan Novichok ke dalam susunan racun yang dilarang setelah sejumlah negara anggotanya mengabsahkan sebuah gagasan pada Senin (14/1). Novichok merupakan racun saraf era Uni Soviet yang dipakai dalam serangan di Salisbury, Inggris, tahun lalu.

Ke-41 negara anggota badan pengambil keputusan Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) mengadopsi suatu usulan bareng yang dikemukakan Amerika Serikat (AS), Belanda dan Kanada. “Mereka setuju untuk meningkatkan dua family racun kimia yang paling mematikan (termasuk racun yang dipakai di Salisbury)” ungkap wakil Kanada guna organisasi itu, Sabine Nolke, di Twitter.

“Rusia mengasingkan diri dari konsensus ini namun tetap mematuhinya,” tulis Nolke.

Baca juga:

Negara-negara sekutu Barat sebelumnya mengerjakan pengusiran terbesar diplomat Rusia, semenjak puncak Perang Dingin. Aksi pengusiran ini sebagai respons atas serangan terhadap mantan agen rahasia Rusia Sergei Skripal dan putrinya Yulia di Salisbury, Maret tahun lalu.

Inggris menuliskan para agen dari badan intelijen militer Rusia GRU meracuni Skripals dengan Novichok. Pemerintah Rusia, di sisi lain, menyangkal terlibat.

Keputusan OPCW pada Senin (14/1) itu mempunyai sifat rahasia dan tidak terdapat rincian yang diumumkan. Pelarangan Novichok tersebut adalahperubahan kesatu pada susunan kimia organisasi itu, yang tergolong racun mematikan VX, gas sarin dan gas mustard, sejak susunan itu diabsahkan di bawah Konvensi Senjata Kimia pada 1997.

Ke-193 negara anggota OPCW mempunyai waktu 90 hari untuk mengemukakan keberatan terhadap keputusan pada Senin itu. OPCW, yang pernah menjadi organisasi menurut konsensus, mendobrak batasan politik atas pemakaian senjata kimia di Suriah, negara yang mendapat sokongan militer Rusia.

Warta Terbaru

To Top