Internasional

Myanmar Tolak Banding Dua Wartawan Reuters

Myanmar Tolak Banding Dua Wartawan Reuters

Sumedang Media, YANGON — Pengadilan Myanmar menampik permohonan banding dua wartawan Reuters, Jumat (11/1). Keduanya dijatuhui hukuman tujuh tahun penjara atas tuduhan melanggar hukum rahasia negara.

Penolakan dilaksanakan karena semua terdakwa tidak dapat menyerahkan bukti yang lumayan untuk mengindikasikan mereka tidak bersalah. Wa Lone (32 tahun) dan Kyaw Soe Oo (28) dijatuhi hukuman oleh sidang pengadilan tingkat yang lebih rendah pada September.

Mereka bersangkutan permasalahan besar yang dapat meningkatkan pertanyaan mengenai peradaban Myanmar dalam urusan demokrasi dan merangsang seruan dari sebanyak diplomat dan pegiat hak asasi.

“Itu hukuman yang setimpal” ungkap Hakim di Pengadilan Tinggi Aung Naing, tentang hukuman tujuh tahun penjara oleh pengadilan negeri.

Para terhukum dapat mengajukan permohonan banding ke tingkat yang lebih tinggi, yakni ke Mahkamah Agung yang berpusat di Naypyitaw. “Hukuman ini adalahketidakadilan untuk Wa Lone dan Kyaw Soe Oo. Mereka tetap sedang di balik jeruji besi melulu untuk dalil pihak yang berkuasa membungkam kebenaran. Membuat laporan bukan kejahatan, dan hukum di Myanmar tidak benar, kemerdekaan pers tidak terdapat di Myanmar dan janji Myanmar guna aturan hukum dan demokrasi patut dipertanyakan” ungkap Pemimpin Redaksi Stephen J Adler dalam pernyataannya.

Wakil Presiden AS Mike Pence menuliskan dalam pesan keputusan tersebut sangat menyulitkan dan menunjukan pengadilan Myanmar tidak berhasil dalam urusan yang fundamental dalam demokrasi. “Atas nama kemerdekaan pers, pemerintah Burma seharusnya secepatnya melepaskan kedua wartawan. Dunia menyaksikan” ungkap Pence.

Dalam pembelaan bulan lalu, pengacara mereka mengutip bukti-bukti yang disiapkan polisi untuk memperlihatkan kejahatan. Mereka menegaskan di Pengadilan Rendah yang menangani permasalahan ini salah menemparkan beban pembuktian pada semua pembela.

Pembela pun mengatakan jaksa penuntut umum gagal memperlihatkan rahasia negara yang sudah mereka kumpulkan dan simpan dan mengantarkan serta dikirim ke musuh Myanmar atau berniat merusak ketenteraman nasional. Dalam menjelaskan permasalahan hukum ini, hakim Aung Naing menuliskan para wartawan tersebut telah mengindikasikan perilaku yang berniat mengganggu negara.

Hakim merujuk pada pertemuan antara Wa Lone dan anggota pasukan Keamanan serta temuan kitab catatan di lokasi tinggal wartawan yang menyimpan tidak sedikit nomor telepon anggota pasukan Arakan, yakni pasukan bersenjata dari suku yang dirasakan membangkang, disaat ia meliput perundingan damai sejumlah tahun silam.

Wa Lone memberi pernyataan nomor-nomor telepon tersebut tidak bermanfaat dan ia tidak memiliki hubungan dengan kumpulan pemberontak. “Tindakan dapat dilaksanakan terhadap mereka, apabila, dengan mempertimbangkan watak dan perilaku mereka, menunjukkan bahwa mereka bakal membahayakan ketenteraman negara” ungkap Aung Naing.

Dia menuliskan para tertuduh gagal memperlihatkan penahanan mereka direkayasa oleh pihak berwenang. “Saya telah putus asa” ungkap Chit Su Win, istri dari Kyaw Soe Oo sesudah vonis tersebut.

Warta Terbaru

To Top