Internasional

Kanada Terima Suaka Al-qunun

Kanada Terima Suaka Al-qunun

Sumedang Media, TORONTO – Perdana Menteri Kanada Justin Tredeau mengaku menerima suaka untuk remaja putri asal Saudi yang melarikan diri dari keluarganya, Rahaf Mohammed Al-Qunun (18 tahun) pada Jumat (11/1) masa-masa setempat. Pejabat Thailand memberitahukan bahwa Qunun tengah dalam perjalanan ke Toronto.

Sebelum PM Tradeu mengaku menerima suaka, Qunun diputuskan menerima suaka di Australia yang adalahtujuan utama Qunun menggali suaka. Namun Agensi Pengungsi perserikatan bangsa-bangsa (UNCHR) meminta ia ditempatkan di Kanada.

“Kanada merupakan negara yang mengetahui betapa pentingnya membela hak asasi insan (HAM) dan hak-hak wanita di semua dunia, dan saya bisa mengkonfirmasi bahwa kami sudah menerima permintaan PBB,” ungkapnya untuk wartawan laksana dikutip kantor berita , Sabtu (12/1).

Keputusan Tradeu itu ditebak akan memperburuk hubungan Kanada  dengan Saudi. Tahun kemudian Saudi mengusir utusan besar Kanada guna Riyadh sesudah Ottawa mengkritik otoritas Saudi soal penahanan aktivis wanita Saudi.

Kasus Qunun Dorong Perlawanan Sistem Perwalian Pria di Saudi

“Sekali lagi, Kanada paling yakin bahwa kami akan tidak jarang kali membela hak asasi insan dan hak-hak wanita di semua dunia,” ucapnya

Penerbangan Korean Air membawa Qunun meninggalkan Bangkok ke Seoul pada Jumat malam pukul 11:37 malam masa-masa setempat. Qunun bakal naik penerbangan lanjutan ke Toronto dari bandara Incheon Seoul. Kemungkinan ia mendarat di Kanada pada Sabtu pagi.

UNHCR menyambut keputusan Kanada dan mengakui Thailand telah menyerahkan perlindungan sementara untuk Qunun. “Nasib al-Qunun telah unik perhatian dunia selama sejumlah hari terakhir, menyerahkan pandangan sekilas tentang kondisi genting jutaan pengungsi di semua dunia,” ujar Komisaris Tinggi Pengungsi UNCHR Filippo Grandi dalam sebuah pengakuan yang diterima .

Qunun yang menemukan perhatian internasional karena membarikade dirinya di kamar hotel di bandara Bangkok, Thailand sebab menampik kembali ke keluarganya. ia menyatakan mendapatkan ancaman dari keluarganya sebab keluar dari agama Islam.

Qunun mendarat di bandara Suvarnabhumi, Bangkok pada Sabtu pekan kemudian yang ditampik masuk. Kemudian ia mencuitkan melewati ia sudah melarikan diri dari keluarganya di Kuwait karena hidupnya terancam jika darurat kembali. Setelah 48 jam di bandara Bangkok, ia diperbolehkan memasuki Thailand dan lantas diproses sebagai pengungsi oleh UNHCR.

Qunun mendakwa keluarganya mengerjakan pelecehan dan kekerasan karena murtad. ia menolak mendatangi ayah dan saudara lelakinya yang mendarat di Bangkok untuk mengupayakan membawanya pulang ke Arab Saudi.

“Ke Kanada merupakan pilihannya. ia masih menampik untuk bertemu dengan ayah dan kakaknya, dan mereka akan mengerjakan perjalanan pulang malam ini juga, mereka paling kecewa,” ujar Kepala imigrasi Thailand Surachate Hakparn.

Kasus Qunun pun muncul ketika Riyadh menghadapi pemantauan ketat spektakuler dari sekutu Barat atas pembunuhan jurnalis Saudi Jamal Khashoggi di konsulat Saudi di Istanbul pada Oktober 2018. Selain tersebut Riyadh pun tengah bergejolak atas konsekuensi kemanusiaan dari perangnya di Yaman. Kanada sudah berulang kali menuliskan pembunuhan Khashoggi tidak bisa diterima dan menuntut penjelasan menyeluruh dari Saudi.

Warta Terbaru

To Top