Internasional

India Luncurkan Program Perangi Udara Kotor

India Luncurkan Program Perangi Udara Kotor

Sumedang Media, NEW DELHI — Pemerintah India mengenalkan kampanye untuk menambah kualitas udara di lebih dari 100 kota yang dilanda perusakan udara di negara tersebut. Kualitas udara di negara berpenduduk lebih dari 1,25 miliar orang tersebut memburuk ke tingkat kritis dalam sejumlah tahun terakhir.

Bahkan, ibu kota India, New Delhi dan 13 kota lainnya masuk dalam 15 besar sebagai kota sangat tercemar di dunia. Daftar tersebut diluncurkan oleh Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB).

Menteri Lingkungan Hidup India, Harsh Vardhan menuliskan Program Udara Bersih Nasional (NCAP) akan merangkum 102 kota di negara itu. Berdasarkan keterangan dari dia, program tersebut bertujuan mencukur tingkat partikel paling riskan di bawah 10 mikron dengan diameter 20 sampai 30 persen pada 2024. ia mengatakan, partikel-partikel tersebut dapat menjadi penyebab bertambahnya jumlah bronkitis kronis, kanker paru-paru, dan penyakit jantung di kota-kota India.

Vardhan menuliskan pemerintah memperhitungkan 3 miliar rupee (42 juta dolar AS) guna mengimplementasikan rencana tersebut. ia optimistis program tersebut mampu menyumbat sumber polusi utama, yaitu emisi industri dan kemudian lintas, pembakaran massal limbah pertanian dan konstruksi.

Vardhan melulu mengatakan NCAP mengerjakan tindakan mitigasi komprehensif guna pencegahan, pengendalian, dan pengurangan polusi udara. Kelompok-kelompok peduli lingkungan yang sekitar ini mendesak pemerintah berperang melawan polusi, lumayan berhati-hati merespon program itu.

“Rencana tersebut sudah lama tertunda dan merupakan tahapan maju, tetapi saya dan anda butuh mempunyai kejelasan mengenai target dan akuntabilitas,” juru kampanye senior guna Greenpeace India, Sunil Dahiya.

Dia bercita-cita pemerintah memasang target lebih jauh menangani polusi udara, mempunyai target spesifik guna kota-kota, dan membuat sokongan hukum powerful untuk memungut tindakan guna pelanggarnya.

Inisiatif tersebut akan menambah pemantauan polusi dan kesadaran publik mengenai bahaya. India melulu mempunyai sekitar 40 stasiun pengawasan polusi di semua negeri. Kondisi tersebut membuat tidak sedikit penduduknya tidak memahami adanya potensi polusi udara.

Berdasarkan keterangan dari sebuah riset yang diterbitkan tahun kemudian di Lancet Planetary Health, udara beracun bertanggung jawab atas 1,24 juta kematian dini di India pada 2017. Penelitian tersebut juga menuliskan puluhan juta orang India menghadapi risiko kesehatan yang serius. Sebanyak 20 juta warga Delhi menderita sebab kabut asap tahunan dalam musim dingin, disaat petani menghanguskan beras dan gandum.

 

Warta Terbaru

To Top