Internasional

Penyu Hijau di Australia Tersesat Saat Cari Sarang

Penyu Hijau di Australia Tersesat Saat Cari Sarang

Sumedang Media, QUEENSLAND — Pasangan di Queensland unsur utara ini memiliki mula hari yang tidak biasa setelah mengejar penyu hijau sepanjang lebih dari 1 meter di depan lokasi tinggal mereka. Kura-kura ini sudah berkeliaran selama 400 meter dari pantai Pelabuhan Mackay dan masuk ke wilayah perumahan.

Penduduk Pelabuhan Mackay, Christine Den Elzen mengatakan, suaminya melihat hewan itu pada hari Rabu (9/1) pagi disaat ia akan terbit dari garasi.

“Suami saya sedang mundur dari garasi dan ia menyaksikan kura-kura di kamera belakangnya” ungkap Den Elzen.

“Ia mesti pergi bekerja dan ia berteriak untuk saya memahami saya memiliki sejumlah kontak dan berkata, ‘Ada kura-kura’. Saya pikir maksudnya melulu kura-kura kecil yang dapat saya ambil dan bawa pulang ke pantai kemudian saya berlangsung dan berkata, ‘Ini kura-kura besar’.”

Kejadian tersebut mengejutkan sebuah kumpulan konservasi lokal, yang dinamakan sebagai pemandu pertolongan penyu guna kembali ke rumahnya.

Presiden kumpulan ‘Mackay Turtle Watch’, Steve Fisher, menuliskan ia belum pernah menyaksikan yang seperti tersebut sebelumnya.

“Mereka pergi ke gundukan dan bila tersebut tak cocok untuk mereka, maka mereka bakal berkerumun di sepanjang sistem gundukan dan kadang-kadang pulang ke pantai, sampai-sampai mereka kadang-kadang dapat menempuh 100 meter tapi tersebut jarak yang tak lumayan jauh” ungkap Fisher.

Ketika Fisher mengukur kura-kura itu, ukurannya menjangkau 108 sentimeter.

“Itu panjang cangkangnya, tidak tergolong panjang kepala dan ekornya – kura-kura seukuran tersebut umumnya mempunyai berat lebih dari 100 kilogram,” ucapnya.

Fisher menuliskan kura-kura tersebut mencoba mengejar sarangnya tetapi bisa jadi tersesat sebab badai.

“Sepertinya ia berjuang untuk bersarang dan lantas mengalami disorientasi pada etape tertentu -apakah tersebut karena dekat air pasang dan badai datang,” ucapnya.

“Penglihatan mereka diperbesar oleh air asin, jadi disaat mereka keluar, mereka mempunyai penglihatan yang paling buruk di daratan, sampai-sampai kura-kura ini hampir buta. Semua naluri yang seringkali ia punya guna kembali ke air terhambat oleh bangunan dan struktur dan ke mana ia pergi malah tembok bata putih besar dan ia tidak tahu mesti ke mana.”

Ia mengatakan, urgen untuk bersikap lembut dalam membalikkan kura-kura ke pantai.

“Anda tak butuh kontak jasmani dengan mereka, jadi andai Anda melulu menggunakan penglihatan periferal mereka, mereka bakal bereaksi,” ucapnya.

“Ketika Anda berlangsung di sampingnya di satu sisi, ia bergerak menjauh dari bayang-bayang yang masuk, jadi kami menggunakannya guna mengarahkannya di dekat blok yang kosong, dan lantas dari akses blok yang kosong ke pantai – diperlukan sekitar satu jam satu setengah. “

Terkejut

Den Elzin menuliskan ia bermukim dan menjalankan bisnis di pelabuhan, ia belum pernah menyaksikan penyu hijau – lagipula ada yang hadir di rumahnya.

“Kamu mesti berhati-hati dengan apa yang kamu inginkan sebab saya berlangsung di pantai masing-masing pagi dan saya menyaksikan sarang baru dan menyaksikan jejak penyu,” ucapnya.

“Saya kembali ke rumah menuliskan saya sangat hendak melihat penyu dan pada dasarnya ia hadir di depan lokasi tinggal saya. Itu benar-benar kejutan dan sedih pun melihat ia tersesat dan kehilangan arah.”

Fisher menuliskan penyu dapat disorientasi oleh penyinaran di pantai – meskipun ia tak percaya hal itu bermain di penemuannya.

“Pelabuhan dirancang dengan paling baik – mereka tidak memiliki tidak sedikit lampu yang dominan pada penyu,” ucapnya.

Den Elzin mengatakan, situasi laksana ini mengindikasikan betapa pentingnya kumpulan konservasi lokal.

“Saya melulu bersyukur bahwa saya dapat memanggil seseorang dan dapat secepatnya menghubungi seseorang,” ucapnya.

Simak berita ini dalam bahasa Inggris di sini.

Ikuti berita-berita beda di website ABC Indonesia.

Warta Terbaru

To Top