Internasional

Sensasi Wisata Malam di Kapal Pesiar Turki

Sensasi Wisata Malam di Kapal Pesiar Turki

Sumedang Media, ISTANBUL — Wisata malam dengan memakai kapal pesiar Bosphorus Istanbul tengah menjadi daya tarik untuk wisatawan mancanegara di Turki. Kapal pesiar legendaris ini tengah menjadi wisata kesayangan khususnya untuk turis Arab laksana dari Palestina, Bahrain, dan Kuwait.

Kapal pesiar berangkat dari dermaga Kabatas masing-masing harinya. Begitu masuk pintu kapal pesiar, wisatawan bakal langsung dihibur. Para biduan dari negara-negara Arab terutama Suriah langsung naik ke panggung guna menghibur. Lagu Arab yang tengah populer serta tarian rakyat dan drama disuguhkan untuk para wisatawan dalam tur tiga jam tersebut.

Acara akan diselesaikan dengan drama yang mengisahkan tentang persahabatan Turki-Arab, konflik di Timur Tengah, penderitaan dan air mata, sampai keinginan umat Islam guna menjalani kehidupan dalam damai.

Kapal pesiar yang menyajikan sekian banyak masakan Arab seta minuman-minuman non-alkohol itu seringkali berangkat pada pukul 9 malam masa-masa setempat.

“Kami sudah melayani turis Arab sekitar empat tahun. Tahun ini, minat perjalanan kapal sudah meningkat secara signifikan, jadi kami bercita-cita mempunyai musim yang lebih baik tahun depan,” tutur Murat Celen, seorang kapten di Bosphorus sekitar delapan tahun laksana dikutip pada Jumat (11/1). 

Seorang pengungsi Suriah di Turki, Muhammad Rifai menjadi penari dalam tur kapal pesiar itu. Ia mengungkapkan telah terbiasa menari.

“Saya biasa melakukannya di upacara dan  ernikahan di Damaskus, laksana dengan  hiburan di atas kapal. Unta dan figur sinterklas di geladak unik perhatian. Kami memakai unta di Arab, dan kami menanam sosok Sinterklas untuk semua tamu Kristen untuk mengindikasikan bahwa tidak terdapat perbedaan antara Muslim dan orang Kristen,” ucapnya.

Sementara itu, Muhammed Abdo yang pun pengungsi Suriah lainnya di Turki menjadi seorang biduan di kapal wisata tersebut. ia mendendangkan lagu-lagu Arab dan Turki sekaligus berprofesi sebagai pelayan di atas kapal.

“Penghasilannya tak tidak sedikit tapi dapat memenuhi keperluan saya. Turki tak melulu membantu Suriah tapi pun Palestina, Irak dan lainnya di mana pun,” kata Abdo yang mengucapkan rasa terimakasihnya untuk rakyat Turki dan Pemerintah Turki sudah diterima di negara itu. 

Warta Terbaru

To Top