Internasional

Tak Cuma Usir Warga, Pemukim Yahudi pun Rusak Pohon Zaitun

Tak Cuma Usir Warga, Pemukim Yahudi pun Rusak Pohon Zaitun

Sumedang Media, AL-KHALIL— Kalangan pemukim Yahudi pada Kamis (10/1) mencabuti lebih dari 30 tunas pohon milik sejumlah petani Palestina di Kota Kecil Tarqumiya, sebelah barat Al-Khalil (Hebron).

Kepala Bagian Dokumentasi Kerusakan Pertanian, Hashem Badarin, membenarkan untuk bahwa sejumlah pemukim Yahudi dari Permukiman Telem, merusak dan menarik keluar lebih dari 30 tunas pohon zaitun, anggur dan badam (almond) milik family Al-Ja’afra di Daerah At-Tayba.

Badarin menyaksikan tunas-tunas tersebut dalam suasana tercabut sesudah ia dan Shadi Fannun, yang mewakili Dana Asuransi dan Pengurangan Risiko Pertanian Palestina, melakukan trafik pemeriksaan ke wilayah itu.

Dilansir Kantor Berita , kekerasan oleh pemukim Yahudi terhadap orang Palestina dan harta mereka tidak jarang terjadi di Tepi Barat Sungai Yordania dan pelakunya jarang dihukum penguasa Yahudi. 

Kekerasan oleh pemukim Yahudi antara lain mencakup pembakaran masjid dan harta warga, pelemparan batu, pencabutan tumbuhan dan pohon zaitun, dan serangan terhadap lokasi tinggal yang rentan.

Antara 500 ribu-600 ribu orang Yahudi bermukim di sekian banyak permukiman khusus guna orang Yahudi di semua Yerusalem Timur dan Tepi Barat, yang diduduki, dalam pelanggaran terhadap hukum internasional.

Pada Ahad (6/1), pemukim gelap Yahudi pun mencabuti dan menculik anak pohon zaitun dan badam yang baru ditanam di sekitar Desa Yanoun, unsur selatan Nablus di Tepi Barat, kata sejumlah sumber lokal.

Ghassan Daghlas, yang memantau pekerjaan pemukim Yahudi di wilayah tersebut, mengatakan untuk Kantor Berita Resmi Palestina, WAFA, semua pemukim dari pos depan tidak sah “777”, yang disertai dengan satu buldoser, mencabuti tidak sedikit anak pohon zaitun dan badam milik penduduk desa Palestina dari Yanoun.

Semua permukiman di semua Tepi Barat tidak sah menurut hukum internasional, khususnya Pasal 49 Konvensi Keempat Jenewa, yang memutuskan bahwa penguasa pendudukan tak boleh mendeportasi atau memindahkan sejumlah bagian warga sipilnya sendiri ke dalam distrik yang didudukinya.

Berdasarkan keterangan dari organisasi nonpemerintah Israel, Yesh Din, penguasa Yahudi telah mengemukakan tuntutan melulu untuk 8,2 persen permasalahan pemukim Yahudi yang melakukan durjana anti-Palestina di Tepi Barat, yang diduduki, dalam tiga tahun belakangan ini.

Harian Israel, Haaretz, melafalkan selama 2018, serangan oleh pemukim Yahudi terhadap orang Palestina di Tepi Barat naik tiga kali lipat. 

Pemukim Yahudi melancarkan sedikitnya 482 serangan terhadap orang Palestina sekitar setahun belakangan, naik dari 140 pada 2017. 

Serangan oleh pemukim Yahudi tersebut seperti pemukulan dan pelemparan batu ke orang Palestina, penulisan slogan nasionalis dan anti-Palestina atau anti-Arab, pengrusakan lokasi tinggal dan mobil hingga penebangan pohon kepunyaan petani Palestina.

Haaretz mengaku penurunan serangan oleh pemukim Yahudi pada 2016 dan 2017 terjadi dampak reaksi pemerintah (Israel) sesudah pemboman satu lokasi tinggal di Desa Duma di Tepi Barat, yang merenggut nyawa tiga anggota family Dawabshe.

Pada Juli 2015, pemukim Yahudi menghanguskan rumah family Dawabsheh di Tepi Barat dalam serangan yang menewaskan dua orang Palestina dan satu bayi mereka yang berusia 18 bulan. 

Putra sulung mereka, Ahmed (6), selamat dari serangan tersebut tapi menderita luka bakar parah yang sudah memengaruhi kemampuannya bergerak.

Peristiwa tersebut menyulut kemarahan masyarakat internasional disaat itu, dan family Dawabsheh mendakwa Israel tak mau menghukum semua tersangka meskipun semua pejabat Israel mengakui bahwa mereka memahami siapa yang bertanggung jawab.  

 

Warta Terbaru

To Top