Internasional

Pastor AS di Filipina Dituduh Lecehkan Belasan Putra Altar

Pastor AS di Filipina Dituduh Lecehkan Belasan Putra Altar

Sumedang Media, MANILA — Pihak imigrasi Filipina telah menahan seorang pastor Katolik asal Amerika Serikat Kenneth Hendricks. Ia  dituduh melakukan penganiayaan seksual terhadap putra altar di sebuah kota terpencil.

Putra altar ialah anak-anak yang membantu seorang pastor disaat memimpin misa. Kasus ini digambarkan sebagai ‘mengejutkan dan menjijikan’.

Pastor Kenneth Bernard Hendricks sudah dikenai tuduhan di Ohio (Amerika Serikat) atas pelanggaran di Filipina. Ia ditahan di kota Naval di provinsi Biliran hari Rabu (5/12).

Menurut keterangan seorang penuntut AS, Benjamin Glassman, dalam jumpa pers di Cincinnati (AS) bila dinyatakan bersalah terhadap 50 tuduhan terhadap Hendricks, tiap hukuman bisa dikenai maksimal 30 tahun penjara. Pengadilan di Ohio telah mengeluarkan perintah penahanan terhadap Hendricks yang sekarang berusia 77 tahun dan sudah tinggal selama 37 tahun di Filipina.

Menurut laporan, kasus ini bermula dari aduan beberapa anak di Filipina dengan tindak kriminal terjadi di sana. Belum ada reaksi secepatnya dari kedutaan AS di Manila, pejabat gereja Katolik Filipina maupun dari Pastor Hendricks, yang sudah diterbangkan ke Manila dan ditahan di tahanan imigrasi.

Pastor Hendricks dituduh melakukan penganiayaan seksual terhadap putra altar di kota Naval, dengan sekitar 50 pelanggaran yang terjadi di kediamannya. Menurut pihak berwenang di Amerika Serikat, Pastor Hendricks tinggal bersama anak-anak yang menjadi putra altar tersebut, dan melakukan penganiayaan terhadap korban baik sendirian maupun disaat mereka bersama-sama.

Para korban mengatakan kepada penyidik bahwa Hendricks mencium mereka, memegang alat kelamin dan meminta tindakan seks.

Salah seorang diantaranya mengatakan pernah 40 kali berhubungan seksual dengan pastor tersebut.

“Para korban berada di kediaman pastor dan pelanggaran terhadap disaat ia mandi bersama-sama dengan para korban” ungkap Dana Sandoval, Juru bicara Biro Imigrasi Filipina .

photo

Pastor Hendricks dituduh melakukan lebih dari 50 penganiayaan seksual. (Bureau of Immigration PIO via AP)

Warta Terbaru

To Top