Internasional

5 Negara Terima Audio Khashoggi, Erdogan: Mereka Tahu

5 Negara Terima Audio Khashoggi, Erdogan: Mereka Tahu

Sumedang Media, ISTANBUL – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa Turki telah memberikan rekaman tentang pembunuhan jurnalis Saudi, Jamal Khashoggi, ke Arab Saudi, Amerika Serikat, Jerman, Prancis dan Inggris.

Sumber-sumber Turki mengatakan sebelumnya, pihak berwenang memiliki rekaman audio yang konon mendokumentasikan pembunuhan itu.

Berbicara sebelum keberangkatannya ke Prancis untuk menghadiri acara yang menandai peringatan 100 tahun berakhirnya Perang Dunia I, Erdogan mengatakan Saudi tahu pembunuh Jamal Khashoggi ialah salah satu dari 15 orang yang tiba di Turki satu hari sebelum pembunuhan 2 Oktober.

“Kami memberikan rekaman. Kami memberikannya kepada Saudi, ke Amerika Serikat, Jerman, Prancis dan Inggris, semuanya. Mereka mendengarkan semua percakapan di dalamnya. Mereka tahu” ungkap Erdogan, Sabtu (10/11), dikutip .

Erdogan mengatakan ia mungkin bertemu dengan Presiden AS Donald Trump di Paris selama peringatan tersebut.

“Ketika kami pergi ke Paris, kami akan mencoba untuk mendapatkan peluang dan kami akan mewujudkan pertemuan bilateral” ungkap Erdogan. 

Sumber mengatakan kepada pada Sabtu bahwa polisi Turki mengakhiri pencarian untuk tubuh Khashoggi. Namun, penyelidikan kriminal ke dalam pembunuhan wartawan Saudi akan terus berlanjut.

Penyelidikan terakhir mengungkapkan bahwa jejak asam telah ditemukan di kediaman konsulat jenderal Saudi di Istanbul, di mana tubuh Khashoggi diyakini dibuang dengan menggunakan bahan kimia.

Kediaman ini berada dalam jarak berjalan kaki dari konsulat Saudi, di mana Khashoggi, seorang kolumnis yang kritis terhadap pemerintah Saudi dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman, diduga dibunuh oleh tim perwira dan pejabat Saudi.

Saudi awalnya berusaha menutupi pembunuhan dengan bersikeras Khashoggi telah meninggalkan konsulat. Kerajaan kemudian mengubah pernyataan mereka dan mengatakan bahwa jurnalis itu tewas dalam perkelahian. 

Belakangan, Saudi mengakui Khashoggi terbunuh dalam pembunuhan terencana, tetapi pembunuhan itu ialah “operasi jahat” yang tidak direncanakan. 

 

 

Republika

Warta Terbaru

To Top