Internasional

Asam Super Diduga Digunakan untuk Hilangkan Tubuh Khashoggi

Asam Super Diduga Digunakan untuk Hilangkan Tubuh Khashoggi

Sumedang Media, JAKARTA — Kasus pembunuhan jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi telah menggemparkan dunia internasional. Hasil penyelidikan terbaru dari Kantor Jaksa Agung Turki mengatakan otoritas Arab Saudi telah menggunakan zat asam fluorida dan bahan kimia lainnya untuk melenyapkan jasad Khashoggi.

Sebenarnya senyawa apa yang mengandung asam fluorida (HF) yang dapat melarutkan tubuh manusia?

Menurut Ahli Kimia dari Universitas Indonesia, Agustino Zulys, untuk dapat melarutkan tubuh manusia, tidak bisa hanya menggunakan senyawa asam fluorida. Pasalnya, asam fluorida tidak menimbulkan reaksi cepat dengan tubuh manusia. Jika benar tubuh Khashoggi dilarutkan dalam cairan kimia, ia menduga bahwa cairan itu ialah asam super.

“Asam super (HSbF6) gabungan asam fluorida dengan antimon pentafluorida (SbF5). Bisa juga HF dengan asam sulfat (asam keras) membentuk asam super fluorosulfonic acid (FSO3H),” jelas Agustino kepada Sabtu (10/11).

Kedua senyawa asam super itu sangat berbahaya bagi manusia apabila terkena kontak langsung. Bahkan daging dan tulang dapat larut dalam waktu cepat.

Senyawa berbahaya semacam ini menurut Agustino banyak dipakai oleh pelaku kejahatan. Ia memberi contoh seperti gembong narkoba asal Kolombia, Pablo Escobar yang dulu dicurigai memiliki cairan kimia ini untuk melenyapkan musuhnya.

“Kedua asam super itu bisa melarutkan daging dan tulang. Untuk kasus Khashoggi, menurut saya jumlahnya banyak juga, seberat tubuhnya. Minimal lima liter,” ujar Agustino.

Kedua jenis cairan asam super ini juga tidak mudah menguap. Jika dicari, akan dengan mudah ditemukan sisa senyawanya. “Pasti ada sisanya, ia tidak mudah menguap juga, dalam larutan masih ada sisanya kalau dicari,”ucapnya.

Sebelumnya dilaporkan Aljazirah pada Jumat (9/11), para penyelidik Turki berhasil mengambil sampel dari sumur disaat pertama kali diberi akses ke kediaman Konsul Jenderal Saudi Mohammed al-Otaibi di Istanbul bulan lalu, yakni pada malam 16-17 Oktober. Saat itu, tim diberi akses terbatas ke kebun dan sumur di kediaman al-Otaibi.

Beberapa sampel diambil dari batang di area tersebut. Setelah diproses, ternyata ditemukan adanya zat asam flourida. Sampel lain yang diambil dari saluran pembuangan dan sistem drainase di sekitar distrik diplomatik juga menunjukkan penggunaan asam. 

Baca juga,

Republika

Warta Terbaru

To Top