Ekonomi & Bisnis

Ini Jurus Airlangga Atasi Perang Dagang AS-China

Sumedang Media, Jakarta – Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyiapkan sejumlah strategi untuk memperkuat industri di dalam negeri.

Langkah ini berguna untuk menangkal dampak perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan China. Sekaligus menjaga ketahanan ekonomi nasional di tengah depresiasi rupiah.

Upaya yang akan ditempuh dalam jangka pendek dan menengah ini disepakati dalam rapat terbatas yang dipimpin Presiden Joko Widodo di Istana Bogor.

“Bapak Presiden sudah menyampaikan bahwa kita akan melakukan optimalisasi tool fiscal. Jadi itu bisa berbentuk bea keluar, bea masuk, maupun harmonisasi daripada bea masuk itu sendiri, agar industri mempunyai daya saing dan mampu meningkatkan ekspor," kata Airlangga di Jakarta, Jumat (13/7/2018).

Disamping itu, pemerintah juga akan melakukan jaminan terhadap ketersediaan bahan baku. Kemudian, memberikan insentif-insentif agar ekspor bisa terus ditingkatkan.

Sementara terkait dengan investasi, pemerintah mempertimbangkan memberikan insentif untuk melakukan relokasi pabrik, termasuk juga akan memberikan insentif untuk Industri Kecil dan Menengah (IKM). “Misalnya, di bidang furnitur, nanti SVLK (Sistem Verifikasi Legalitas Kayu) itu akan dibiayai atau disubsidi oleh pemerintah," jelas Airlangga.

Kemudian juga peningkatan penggunaan produksi dalam negeri, terutama dalam government procurement, yaitu pemanfaatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), sehingga industri-industri nasional utilisasinya bisa ditingkatkan.

"Termasuk di antaranya mengkaji industri-industri nasional yang bisa utilisasinya ditingkatkan, untuk melakukan ketersediaan bahan baku di dalam negeri. Termasuk korporasi-korporasi seperti di Tuban yang bisa menyediakan baik itu bahan baku Petrokimia maupun BBM (Bahan Bakar Minyak),” ungkap Airlangga.

Ditambahkan Airlangga, presiden juga menyampaikan terkait biodiesel. Di mana, penggunaan biodiesel 20%, dan sekaligus juga dikaji penggunaan biodiesel ditingkatkan ke-30%.

“Jadi itu akan meningkatkan konsumsi biodiesel sebesar 500.000 ton per tahun. Nah, ini yang Bapak Presiden minta untuk secepatnya dibuatkan kajiannya,” terang Airlangga.

Disamping itu, pemerintah juga akan memaksimalkan sektor pariwisata. Akan ada pengembangan airport. “Kemudian juga untuk pengembangan low cost carrier, sehingga pariwisata ini salah satu sektor yang paling cepat bisa digenjot," pungkas Airlangga. [tar]

Inilah

WARTA TERPOPULER

To Top