Ekonomi & Bisnis

Sambut BP Tapera, BBTN Incar Manajemen Investasi

Sumedang Media, Jakarta – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk siap mengakuisisi anak usaha baru dalam bentuk manajemen investasi.

Aksi korporasi ini digelar untuk menggarap potensi pendanaan jangka panjang, seiring beroperasinya Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera).

Direktur Utama Bank BTN, Maryono mengatakan, dalam payung hukum terkait Tapera, entitas bank diberikan dua opsi untuk mengelola dana tersebut. Yakni, menjadi bank kustodian, atau memiliki manajemen investasi (MI).

Dari hasil kajian bisnis bank pelat merah berkode emiten BBTN ini, lanjut Maryono, diputuskan untuk mengambil opsi kedua. Di mana, entitas manajemen investasi itu bakal digunakan untuk mengelola dana Tapera secara profesional dan komersial.

"Pada September tahun ini, kami akan membeli anak usaha dalam bentuk manajemen investasi. Ini sebagai salah satu langkah kami mengamankan sumber pembiayaan jangka menengah panjang termasuk yang bersumber dari Tapera,” ujar Maryono di sela-sela acara Nonton Bareng Piala Dunia 2018 bersama Direksi BTN di Jakarta, Rabu (11/7/2018).

Maryono menambahkan, langkah strategis itu juga dilakukan melihat prospek yang semakin cerah usai relaksasi loan-to-value (LTV) di sektor perumahan yang ditetapkan Bank Indonesia (BI). “Kebijakan itu menjadi keuntungan bagi Bank BTN dengan core business pembiayaan perumahan,” kata Maryono.

Ketua IKA Undip ini meyakini, relaksasi LTV ini akan mendorong perseroan meningkatkan pertumbuhan pembiayaan perumahan di tahun ini. Apalagi, tambah dia, mulai paruh kedua tahun ini, Bank BTN sudah bisa menggunakan dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Melalui skema FLPP pada 2018, lanjut Maryono, jelas menguntungkan posisi BBTN. Lantaran, skema baru FLPP tersebut, menetapkan 75% dananya berasal dari pemerintah, sedangkan 25% sisanya bersumber dari PT Sarana Multigriya Finansial (SMF).

Dengan penambahan fasilitas tersebut, emiten bersandi saham BBTN ini juga bisa menggunakan dua sumber pembiayaan yakni Subsidi Selisih Bunga (SSB) dan FLPP.

Untuk memperkokoh sumber pembiayaan, tutur Maryono, Bank BTN juga terus berinovasi mengembangkan produk-produk low-cost fund. Di antaranya, perseroan telah menyiapkan program menarik untuk produk tabungan dan giro. “Kami telah menyiapkan program low-cost fund yang menarik untuk mendukung rencana pembiayaan kami yang ekspansif. Semua langkah itu kami siapkan agar BTN tetap menjadi leader di bidang perumahan dan kami optimistis target bisnis pada tahun ini akan tercapai," kata Maryono. [tar]
 

Inilah

Warta Terbaru

To Top