Ekonomi & Bisnis

Rini Minta Bayar Freeport Sebulan, Bos Inalum Ogah

Sumedang Media, Jakarta – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno minta PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) secepatnya melakukan transaksi pembayaran divestasi saham Freeport.

Hal ini disampaikan Rini setelah PT Inalum menandatangani Head of Agreement (HoA) alias kesepakatan awal atas harga divestasi 51% saham PT Freeport senilai US$3,85 miliar. Namun permintaan ini masih ditawar oleh Dirut Inalum Budi Gunadi Sadikin.

“Saya minta Pak Budi akhir bulan, tapi Pak Budi minta tolong lebih lama sedikit,” kata Rini di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (12/7/2018).

Sebab, lanjut Rini, apabila struktur transaksi dan harga sudah dikunci, maka tinggal proses finalisasi mengenai Joint Venture Agreement. Adapun Joint Venture Agreement ini terbagi, pemerintah wakilo Inalum 41 persen dan Pemerintah Papua 10 persen. Dengan begitu saham pemerintah sebesar 51 persen.

“Setelah join venture agreement final, kami langsung tanda tangan dan bayar. Setelah tanda tangan dan bayar, Pak Menteri ESDM dan Ibu Menkeu akan mengeluarkan IUPK,” kata dia.

Pada kesempatan yang sama Budi mengatakan meminta waktu dua bulan menyelesaikan transaksi pembayaran divestasi. Dua bulan itu akan dipakai menyelesaikan stabilitas investasi jangka panjang yang diinginkan perusahaan asal Amerika Serikat soal perpanjangan kontrak hingga 2041.

“Kami harapkan dua bulan selesai semua. Semua sampai transaksi closing,” kata Budi.

Budi sebelumnya merincikan untuk mendapatkan saham 51 persen itu diperlukan uang US$ 3,85 miliar. Uang itu untuk mengakuisisi PT Rio Tinto sebesar US$ 3,5 miliar, dan Indocopper sesedar US$ 350 juta.

Mengenai sumber dana akuisisi itu, kata dia, nantinya akan berasal dari pendanaan eksternal dan internal.

"Sudah ada 11 bank yang siap membantu mendanai transaksi. Inalum sendiri posisi cashnya sekitar 1,5 miliar dolar," kata dia. [jin]

Inilah

WARTA TERPOPULER

To Top