Ekonomi & Bisnis

E-Commerce Buat Data Konsumsi Jadi Berkualitas

Sumedang Media, Jakarta – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengatakan data penjualan dan nilai transaksi perdagangan secara elektronik (e-commerce) akan meningkatkan kualitas data konsumsi rumah tangga dan menjadi acuan pengembangan ekonomi digital.

Suhariyanto dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (15/2/2018), menjelaskan data perdagangan dalam jaringan (online) sebenarnya telah tertangkap dalam data konsumsi rumah tangga yang sudah dihimpun lembaga tersebut.

Pasalnya, semua barang yang diperdagangkan itu, baik produk dalam negeri maupun impor, sama-sama dibeli dan digunakan masyarakat Indonesia.

"Barangnya itu-itu saja. Cuma transaksinya kalau dulu semuanya 'offline', sekarang sebagian 'online'. Survei 'e-commerce' itu kita ingin memastikan lagj porsi dari 'online' berapa," ucapnya.

Suhariyanto menjelaskan perekaman data "e-commerce" dipastikan tidak akan mengganggu dan memperngaruhi konsumsi karena sifatnha hanya menangkap data.

Ia juga menilai perekaman data perlu dilakukan lebih teliti guna menyiapkan langkah antisipasi atas pergerakan sektor tersebut.

"Kita kan perlu pelajari 'what will happen in the future'. Suatu saat apa betul semua akan pindah online? Tidak juga, tapi kita perlu antisipasi," ucapnya.

BPS melakukan perekaman data para pelaku perdagangan secara elektronik (e-commerce) agar dapat menjadi acuan pemerintah dalam mengambil keputusan terkait pengembangan ekonomi digital.

Pengumpulan data ini dilakukan mulai minggu I hingga II Januari 2018 dengan referensi waktu data yang dikumpulkan ialah triwulanan untuk periode 2015-2016 dan bulanan untuk periode 2017.Data itu rencananya akan dipublikasikan pada Februari 2018. [tar]

Inilah

Warta Terbaru

To Top