Ekonomi & Bisnis

Inilah Pemicu Goncangan Pasar Obligasi Versi LPS

Sumedang Media, Jakarta – Imbal hasil obligasi pemerintah Indonesia turun sebesar 5 bps ke level 6,27%. Kepemilikan asing atas surat berharga negara Indonesia naik signifikan dari Rp836,15 triliun pada akhir Desember 2017 menjadi Rp869,77 triliun  pada akhir Januari 2018 lalu.

Pada awal 2018, pasar obligasi global mengalami koreksi dengan kenaikan yield di obligasi pemerintah. Yield obligasi  pemerintah negara berkembang terpantau naik di kisaran 2–30 bps.

Dalam laporan awal Februari 2018, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menjelaskan pasar obligasi global mendapat sentimen negatif dari rumor yang berkembang bahwa China akan mengurangi pembelian surat utang AS. "Yield US Treasury secara spontan mengalami koreksi," seperti mengutip laman resmi LPS.

Di sisi lain, pasar obligasi global juga berpotensi tertekan menyusul kenaikan ekspektasi inflasi AS akibat naiknya tingkat upah yang juga akan mendorong kenaikan Fed  rate  yang lebih agresif. "Namun demikian, fundamental ekonomi Indonesia yang solid diperkirakan dapat menahan sentimen negatif dari pasar global."

Indikator-indikator sentimen pasar keuangan global bergerak  mixed  di bulan Januari 2018. Indeks VIX terpantau meningkat ke level 13,54  pada akhir bulan lalu dari 11,04 pada akhir Desember 2017. Di saat yang sama, EMBI  mengalami penurunan  dari 310,98 menjadi 292,33. Pada pekan pertama Februari 2018 indeks VIX dan EMBI sempat mengalami kenaikan masing ke level 37,2 dan 322 menyusul sentimen negatif investor yang mendorong sell off.

Memasuki awal tahun 2018, sentimen negatif global sempat muncul dari koreksi di pasar obligasi dan pasar saham yang dipicu oleh kenaikan ekspektasi inflasi akibat membaiknya data ketenagakerjaan AS. Kenaikan yield obligasi global diikuti oleh melemahnya pasar saham menyusul perpindahan dana dari pasar saham ke pasar obligasi.

Di sisi lain, meningkatnya aktivitas ekonomi sejumlah negara turut mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi global dan hal ini diperkirakan dapat menjadi sentimen positif bagi pasar keuangan global.

 

Inilah

Warta Terbaru

To Top