Ekonomi & Bisnis

Jadi Guru Besar Undip, Muliaman Terangkan Krismon

Sumedang Media, Semarang – Mantan Ketua Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Muliaman D Hadad bilang, krisis keuangan 1997/1998 dan 2007/2008, memberikan pelajaran berharga. Bahwa, stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan harus terjaga demi ekonomi nasional.

Hal itu disampaikan Muliaman saat menyampaikan orasi ilmiah pengukuhan gelar profesor dan guru besar tidak tetap di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro, Semarang, Sabtu (13/1/2018). "Ketika terjadi krisis 1997/1998, ekonomi negara kita terkontraksi. Dan, biaya pemulihannya cukup luar biasa besar," papar Muliaman.

Seia menambahkan, kata Muliaman, Indonesia meminta pinjaman kepada Dana Moneter Internasional (IMF) dengan syarat yang cukup berat. Misalnya, Indonesia harus melikuidasi 16 bank kecil bermasalah, disertai syarat penyehatan fiskal dan indikator eksternal. "Celakanya, likuidasi itu memicu penarikan besar-besaran (rush) di perbankan. Akibatnya terjadilah krisis perbankan yang meluas ke krisis politik," kata dia.

Seia menambahkan pada krisis keuangan global 2007/2008, lanjut Muliaman, bersumber kenaikan suku bunga tinggi di Amerika Serikat. Keputusan ini melahirkan nasabah mengalami suprime mortgage, yakni nasabah yang beresiko gagal bayar tinggi. Alhasil, sejumlah investment bank mengalami bankrut, termasuk Lehman Brothers yang terbesar ke-4 di dunia, beraset US$680 miliar (2008), terpaksa gulung tikar. Kontan saja, pasar panik dan AS mengalami krisis keuangan. Tak perlu waktu lama, krisis di AS menjalar ke seluruh dunia termasuk Asia. "Rupiah terdepresiasi hinggaa 18%, IHSG terkoreksi 54% secara year-to-date per 31 Oktober 2008. disaat bersamaan perbankan mengalami tekanan kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) yang cukup besar," ungkap Muliaman.

Untung saja, lanjut mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) itu, Forum stabilitas Sketor Keuangan (FSSK) berhasil menyelamatkan salah satu bank yang bermasalah. Sehingga kejadian ini tidak menjadi sistemik di sektor perbankan. "Ke depan, reformasi sistem keuangan haruslah menyentuh aspek
fundamental dan perilaku," tuturnya.

Sementara itu, Direktur Utama Bank BTN Maryono yang juga Ketua Umum Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Undip mengapresiasi pengukungan guru besar kepada Muliaman. "Saya kira, Pak Muliaman dengan pemaparannya yang sangat piawai sekali, bisa memajukan Undip. Kita dorong beliau menjadi salah satu ikon Undip," papar Maryono.

Hadir pula dalam acara ini, Menteri Riset dan Pendidikan Tinggi M Nasir, mantan Gubernur BI Burhanuddin Abdullah, Pengusaha Chairul Tandjung, Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio, Gubernur Jawa Timur Soekarwo, mantan Menteri BUMN Sugiharto, sejumlah dirut bank pelat merah, dan swasta. Dan, jajaran OJK, Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI), Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) gabung dalam acara ini. [tar]

Sumber : Inilah

Warta Terbaru

To Top