Ekonomi & Bisnis

Menjanjikan, GMF Rangkul Pemda Korea Selatan

Sumedang Media, Jakarta – PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMF) yang bergerak di bidang perawatan dan perbaikan pesawat (MRO), menandatangani nota kesepahaman dengan Pemerintah Daerah Muan, Korea Selatan, dan TWA Aero Limited.

"Sesuai rencana strategis GMF mengembangkan fasilitas MRO di wilayah Asia Timur. Kami memilih Korea Selatan sebagai 'international footprint' (jejak langkah internasional) yang tepat," kata Direktur Line Operation GMF, Tazar Marta Kurniawan dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Kamis (7/12/2017).

Menurut dia, dengan penandatanganan nota kesepahaman atau MoU itu dinilai menjadi titik terang baru dalam strategi pengembangan internasional GMF.

Penandatanganan MoU ini dilakukan oleh Direktur Line Operation GMF, Tazar Marta Kurniawan, Deputi Mayor Pemerintah Daerah Muan, Park Jun Soo serta Authorized Signatory TWA Aero Limited, Ian P. Scheyer di Kantor Pemerintah Daerah Muan (6/12/2017).

Penandatanganan MoU ini merupakan salah satu agenda dalam rangkaian visit manajemen GMF ke Korea Selatan pada Desember 2017, di mana GMF juga melakukan pertemuan awal dengan calon mitra lainnya, serta kunjungan ke maskapai Korsel pelanggan GMF.

Menurut Tazar Marta, pemilihan Korea Selatan sebagai wilayah pengembangan di Asia Timur dengan pertimbangan pasar perawatan pesawat Korea Selatan yang cukup menjanjikan.

Disamping itu, ujar dia, skala pasar perawatan pesawat Korea Selatan menduduki posisi keempat di regional Asia Pasifik setelah Republik Rakyat China, Jepang dan Australia.

Ia juga mengingatkan bahwa pertumbuhan armada Korea Selatan meningkat dari 180 menjadi 340 atau setara dengan 1,9 kali dalam kurun waktu 10 tahun terakhir.

"Ditambah lagi, dari jenis pesawat maskapai-maskapai di Korea Selatan, sebesar 93 persen pesawat ialah jenis-jenis pesawat dimana GMF sudah memiliki kapabilitas untuk melakukan perawatannya," tuturnya.

Di samping itu, ia menambahkan, total biaya perawatan pesawat di wilayah Korea Selatan ialah sebesar 1,5 miliar dolar AS, akan tetapi serapan dalam negeri Korea Selatan sendiri tidak lebih dari 46 persen.

Tazar menambahkan dengan pengembangan fasilitas ini GMF dapat membantu pengembangan industri MRO di Korea Selatan, sekaligus dapat mempererat hubungan dengan maskapai-maskapai di Korea Selatan.

"Tentu saja kami berharap dapat meningkatkan market GMF baik untuk fasilitas di Cengkareng maupun fasilitas di Korea Selatan yang akan dibangun ini. Pengembangan MRO di Korea ini kami harapkan dapat menjadi etalase GMF sehingga bisa memperluas serapan pasar perawatan pesawat dari Korea Selatan," tambahnya. [tar]

Sumber : InilahCom

Warta Terbaru

To Top