Ekonomi & Bisnis

Pemerintah Ingin Program BPJS Kesehatan Berlanjut

BPJS Kesehatan

Sumedang Media, Jakarta – Wakil Menteri Keuangan, Mardiasmo bilang pemerintah masih harus menyuntik Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan lewat berbagai instrumen.

Instrumen ini dilakukan guna menjaga supaya program sosial ini bisa berkelanjutan (suistanable). BPJS Kesehatan kerap mengalami defisit sejak awal berdiri lantaran tingginya beban bayar yang harus ditanggung kepada rumah sakit mitranya.

Pemerintah berencana akan menambal defisit BPJS Kesehatan ke depannya, salah satunya melalui cukai rokok. Hal ini dilakukan lantaran, pemerintah tidak ingin semua beban biaya ditanggung oleh BPJS Kesehatan seorang diri.

"Tetap harus ada platform dari menteri keuangan, supaya jangan semua dibebankan kepada BPJS walau BPJS ada tetap (harus ada) pemerintah melalui pengawasan dewan pengawas," jelas Mardiasmo, di Kementerian Kominfo, Kamis (7/12/2017).

Mardiasmo bilang, instrumen ini dilakukan supaya program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bisa berjalan dengan suistanable dan tidak mengganggu cashflow rumah sakit mitra BPJS Kesehatan. "Kita menjaga supaya program ini suistain, tapi intinya jangan sampai cashflow dibebankan kepada rumah sakit," terangnya.

Mardiasmo mengatakan, pihaknya mendengar sudah ada rumah sakit yang mulai mencoba menjaminkan piutangnya ke bank. "Rumah Sakit jangan sampai punya tagihan ke BPJS, karena BPJS gak mau bayar, terus dimasukkan ke bank terus yang bayar siapa?," terangnya.

ia menuturkan, rumah sakit seharusnya bekerja sesuai azasnya yaitu memberikan pelayanan. Sedangkan masalah financial merupakan domain kementerian keuangan dan BPJS Kesehatan.

"Jadi (urusan) cashflow ya kita ke BPJS. Kan ini juga gak bener kalau pihak rumah sakit sampai cari-cari dana, kita harus secepatnya (bertindak) cepat supaya rumah sakit tidak kesulitan cashflow," jelasnya. [hid]

Sumber : InilahCom

Warta Terbaru

To Top