Ekonomi & Bisnis

OPEC Segera Tambah Anggota

Sumedang Media, Abu Dhabi – Menteri Energi Uni Sovyet, Suhail al-Mazroui mengatakan ada keinginan produsen minyak non-OPEC untuk bergabung dengan kartel 14 anggota tersebut.

disaat ditanya apakah negara-negara non-OPEC yang saat ini mematuhi pemotongan pasokan global pada akhirnya bisa menjadi anggota resmi kartel tersebut, al-Mazroui menjawab: "Sudah pasti ada kemauan dan keinginan untuk memperluas OPEC."

"Sulit untuk mencoba menyeimbangkan pasar saja dan oleh karena itu saya pikir ada alasan bagi kelompok ini untuk tetap bersama dan bahkan mungkin meluas," ucapnya di Konferensi Pameran Perminyakan Abu Dhabi Internasional (ADIPEC) Selasa (14/11/2017) seperti mengutip cnbc.com.

Anggota OPEC dilaporkan membentuk konsensus seputar perpanjangan sembilan bulan kesepakatan pemotongan produksi mereka dengan eksportir minyak mentah lainnya. Itu akan memperpanjang kesepakatan antara OPEC, Rusia dan sembilan negara penghasil minyak lainnya untuk menjaga 1,8 juta barel per hari di pasar sepanjang tahun depan.

Eksportir mencapai kesepakatan Desember lalu dan telah memperpanjang kesepakatannya sampai Maret 2018.

Pada ADIPEC pada hari Senin, Sekjen OPEC Mohammed Barkindo memuji kepatuhan negara-negara OPEC dan non-OPEC terhadap kesepakatan pemotongan pasokan global. ia juga mengatakan bahwa ia memperkirakan ke 24 negara anggota OPEC dan non-OPEC berpartisipasi dalam pertemuan kartel yang akan datang.

OPEC dan produsen non-OPEC lainnya bersiap untuk bertemu pada 30 November di Wina, Austria, untuk memutuskan kebijakan produksi minyak.

Harga minyak turun dari mendekati US$120 per barel pada bulan Juni 2014 karena melemahnya permintaan, dolar yang kuat dan produksi serpih AS yang melonjak. Keengganan OPEC untuk memotong output juga dipandang sebagai alasan utama di balik jatuhnya. Tapi, kartel minyak secepatnya bergerak untuk mengekang produksi, bersama dengan negara penghasil minyak lainnya, pada akhir 2016.

Minyak mentah Brent diperdagangkan pada kisaran US$62,95 per barel pada Selasa pagi, turun 0,33 persen, sementara minyak mentah AS sekitar US$56,58 per barel, naik 0,32 persen.

Sumber : InilahCom

Warta Terbaru

To Top