Ekonomi & Bisnis

Majukan Ekonomi, Sulteng Bidik Cukong Korsel

Sumedang Media, Palu – Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola memimpin delegasi promosi investasi daerah ke Korea Selatan (Korsel). Harapannya, tentu saja, investasi besar masuk ke daerahnya.

Rombongan ini menginginkan masuknya investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Palu. "Kita akan bertemu dan mempresentasikan keunggulan-keunggulan dan potensi daerah kita di hadapan sejumlah investor dari korporasi-korporasi besar di Korea Selatan. Ada yang bergerak di bidang properti, energi dan sumber daya alam, kelautan dan perikanan, industri galangan kapal dan perakitan mobil serta obat-obatan," kata Longki.

Melalui rilis kepada media di Palu, Selasa (14/11/2017), Longki menyebutkan, rombongan terdiri dari Wali Kota Palu Hidayat, Direktur Utama PT.Bangun Palu Sulawesi Tengah, pengelola KEK Palu, Andi Mulahanan Tombolotutu dan Asisten Perekonomian Setdaprov Sulteng Bunga Elim Somba, Rombongan tiba di Incheon, Seoul pada Selasa, sekitar pukul 07.15 waktu setempat.

Di Kota Seoul, delegasi lawatan Pemprov Sulteng ini didampingi pejabat dari Dewan Nasional KEK, diterima pejabat Korea-Indonesia Partnership Council-Dewan Kerja sama Korea-Indonesia.

Longki bilang, lawatan niaga ini bertujuan untuk mempromosikan peluang investasi di Sulawesi Tengah, termasuk dengan dimulainya operasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Palu.

Di Seoul, kata Longki yang juga Ketua DPD Partai Gerindra Sulteng ini, sejumlah investor sudah menantikan misi niaga Pemrov Sulteng, di antaranya, MDM Group yang bergerak di bidang pengembangan properti dan investasi.

Ada pula Dong-Sung Corporation yang bergerak di bidang petrokimia dan material komposit. Dong-Sung merencanakan melakukan ekspansi bisnisnya di wilayah ASEAN dan Asia secara umum, termasuk Indonesia.

Disamping itu, misi niaga ini juga akan menjajaki kerja sama dengan SAMTAN Corporation yang bergerak di bidang energi dan sumberdaya alam.

"Kita juga sudah dijadwalkan oleh Dewan Kerja sama Korea-Indonesia untuk melawat ke wilayah Jeollanam-do. Di sana kita akan melihat dari dekat bagaimana industri-industri besar dikembangkan oleh pemerintah daerah setempat," sebut Asisten II Setdaprov Bunga Elim Somba.

Pemerintah Jeollanam-do mengembangkan industri logistik, permobilan dan perkapalan, perikanan serta makanan dan obat-obatan.

"Dijadwalkan pula penandatangan memorandum of understanding (MoU) antara partner strategis PT. BPST, PT. STM Tunggal Jaya dengan KimSung Law Firm untuk dukungan kontak bisnis, kerja sama, promosi serta dukungan panduan hukum korporasi," kata Dirut PT. BPST, Andi Mulhanan Tombolotutu.

Lawatan niaga Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah ini berlangsung dari 13-18 November 2017. [tar]

Sumber : InilahCom

Warta Terbaru

To Top