Ekonomi & Bisnis

Dana Tanggap Kekeringan, Gus Ipul Siapkan Rp100M

Sumedang Media, Sidoarjo – Mengantisipasi kemarau panjang, Pemprov Jawa Timur menyiapkan anggaran gawat darurat kekeringan sebesar Rp100 miliar.

Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf, mengatakan, dana itu sudah disiapkan untuk mengatasi terjadinya kondisi gawat darurat seperti terjadinya kekeringan pada beberapa wilayah di Jawa Timur ini.

"Setiap tahun kami menyiapkan dana tersebut, dan dana itu tidak sampai habis digunakan untuk permasalahan kondisi gawat darurat yang terjadi di Jawa Timur. Itu artinya, permasalahan gawat darurat di Jawa Timur masih bisa diatasi dengan baik," kata Gus Ipul, sapaan akrabnya di Sidoarjo, Sabtu (16/9/2017).

Gus Ipul mengemukakan, saat ini, Pemprov Jatim sudah intensif melakukan komunikasi dengan pihak pemerintah kabupaten yang mengalami kekeringan di wilayahnya masing-masing untuk menentukan upaya penanganan permasalahan kekeringan.

"Komunikasi dengan pemerintah kabupaten terus kami laksanakan terkait dengan upaya penanganan masalah kekeringan yang terjadi seperti saat ini. Terlebih pak presiden saat ini juga terus meminta laporan terkait dengan penanganan kekeringan ini," kata pria berkumis yang bakal melaju di Pilkada Jatim 2018 ini.

Gus Ipul mengaku, di sejumlah wilayah memang sering terjadi musibah kekeringan, terutama untuk wilayah yang ada di daerah pegunungan, karena sumber air sudah tidak mengalir lagi.

"Wilayah itu kesulitan air, termasuk diatasi dengan pembuatan sumur bor dan juga pengiriman bantuan air dengan wilayah terdekat supaya masyarakat tidak sampai kekurangan air," kata keponakan mantan Presiden Abdurrahman Wahid ini.

Sebelumnya, di Pasuruan, Jawa Timur terdapat belasan desa yang mengalami kekeringan sehingga pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pasuruan memberikan bantuan berupa pengiriman air bersih dengan menggunakan truk tangki.

Kepala BPBD Pasuruan, Bakti Jati P mengatakan pengiriman bantuan air bersih ini dilakukan sebanyak lima sampai enam kali dalam sepekan dengan jumlah posokan satu sampai dengan dua tangki setiap harinya.

"Kami berharap dengan adanya upaya pemberian air bersih ini dapat membantu masyarakat, terutama mereka yang sedang mengalami musibah bencana kekeringan di wilayahnya masing-masing," kata Bakti. [tar]

Warta Terbaru

To Top