Ekonomi & Bisnis

Inilah Cara PT Duta Intidaya Tambah 30 Toko

Sumedang Media, Jakarta – PT Duta Intidaya Tbk (DAYA) berencana untuk mencari  dana segar untuk pengembangan bisnis melalui skema hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) alias rights issue.

President Director perseroan, Lilis Mulyati mengatakan dana dari rights issue ini untuk menambah jumlah toko perseroan di tahun depan. "Dana ini mau menambah sampai 30 toko tahun depan," kata Lilis di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Jumat (15/9/2017).

Rencananya perseroan akan menerbitkan sebanyak 343 juta lembar saham dengan nominal Rp100 per saham. Sayangnya ia masih enggan menyebutkan berapa besar dana yang ditargetkan perseroan untuk digaet. "Penambahan toko ini masih akan kita fokuskan di Jakarta dan sekitar Jawa," lanjut dia.

Dalam laporan keuangan kuartal I-2017, DAYA membukukan pendapatan bersih senilai Rp95,23 miliar, tumbuh 49% dari posisi Rp63,7 miliar pada periode yang sama. Sementara itu, perseroan juga mengalami peningkatan beban pokok pendapatan hingga 49% year on year menjadi Rp59,9 miliar.

Posisi kerugian DAYA pada kuartal I/2017 sudah lebih kecil menjadi Rp2,69 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dari posisi Rp4,22 miliar.

Ruang lingkup bisnis DAYA ialah bergerak perdagangan produk kesehatan dan kecantikan. Kegiatan usaha utama Watsons Indonesia ialah pengecer produk kecantikan dan kesehatan dengan memiliki 59 toko "Watsons".

Para pemegang saham DAYA yaitu PT Indah Sehat Cemerlang (induk usaha) (75,80%) dan Total Alliance Holdings Limited (14,09%). Entitas terakhir Duta Intidaya Tbk ialah PT Bintang Indah Abadi. Pemegang 99,99% saham PT Bintang Indah Abadi yaitu Tuan Sugito Walujo, sehingga pengendali terakhir DAYA ialah Tuan Sugito Walujo. [hid]

Warta Terbaru

To Top