Ekonomi & Bisnis

KPUPR Lacak Proyek Infrastruktur di Jalur Gempa

ilustrasi gempa

Sumedang Media, Jakarta – Bencana gempa bumi di Indonesia ternyata menjadi perhatian serius bagi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dalam membuat pembangunan infrastruktur.

Sebab, kalau hal ini dibiarkan bisa jadi proyek infrastruktur itu baka hancur seketika. Salah satu contohnya ialah pembangunan Bendungan Jatigede Jawa Barat. Daerah itu merupakan daerah rawan gempa dengan pergerakan tanah yang cukup tinggi jika terjadi gesekan di bawah inti bumi.

"Kondisi itu bukanlah penghambat namun tantangan yang harus diatasi oleh para ahli geologi atau praktisi kebumian kita," kata Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu (16/9/2017).

Menurut Basuki, keberadaan titik gempa bisa diantisipasi dengan dukungan data dan studi guna meminimalkan risiko yang mungkin timbul. "Diperlukan pola pikir, strategi, metode kerja, serta terobosan teknologi dan aksi nyata yang inovatif untuk mengawal dan mendukung percepatan pembangunan infrastruktur," ungkapnya.

Dengan kondisi alam tersebut, menurut Basuki peran geolog sangat strategis dan menjadi kunci dalam pembangunan infrastruktur itu. ia bilang, para ahli geologi bukan hanya dibutuhkan dalam eksplorasi dan eksoploitasi sumber daya alam seperti migas, tapi juga mampu memberikan dukungan bagi pembangunan nasional di bidang infrastruktur.

Dalam melaksanakan tugasnya, para geolog penting untuk melakukan identifikasi dan analisa risiko, mitigasi dan manajemen risiko sehingga kegagalan konstruksi bisa diminimalkan, serta selalu membangun mengkomunikasikan risiko kepada para stakeholder.

Beberapa proyek infrastruktur PUPR yang melibatkan ahli geologi di antaranya ialah pembangunan jalan perbatasan Papua sepanjang 1.098,2 km, pembangunan jalan tol Trans Sumatera Palembang-Indralaya sepanjang 22 km. Proyek itu dengan menggunakan teknologi vacuum preloading untuk mengatasi tegangan negatif dan mempercepat proses konsolidasi tanah.

Kemudian pembangunan jalan tol Trans Sumatera Pekanbaru-Dumai dengan menggunakan teknologi Mini Piles dan Load Transform Platform (LTP), pembangunan jalan tol Trans Jawa Pemalang Batang sepanjang 39,2 km dengan teknologi Vacuum Preloading.

Di bidang perumahan, ada pula pembangunan rumah instan sederhana sehat dengan teknologi Risha (Rumah Instan Sederhana Sehat) di Pidie Jaya, Aceh yang tahan gempa dan bisa dibongkar pasang dengan mudah. Kemudian pembangunan ruas jalan Manokrawi-Bintuni dengan teknologi kisi beton dan sebagainya.

Pakar geologi juga berperan dalam penentuan topografi, hidrologi, dan geologi kompleks dalam pembangunan jalan tol Pekanbaru-Padang, Sabo DAM untuk mitigasi Gunung Merapi, dan pembangunan terowongan Tol Cisumdawu.

Sedangkan dalam pembangunan bendungan, seperti Bendungan Gondang dan Raknamo, pakar geoteknik berperan dalam pemilihan lokasi penggenangan, desain fondasi, desain tubuh bendungan dan desain sistem instrumentasi dan hingga perhitungan fondasi, sampai membuat lay-out atau lokasi spillway, saluran pengelak dan lain-lain. [hid]
   

Warta Terbaru

To Top