Ekonomi & Bisnis

Harga Tiket Jadi Mahal, Menhub: Ini Akibat Perang Tarif

Harga Tiket Jadi Mahal, Menhub: Ini Akibat Perang Tarif

Sumedang Media, JAKARTA — Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meminta semua maskapai penerbangan di Indonesia guna tidak mendongkrak tarif penumpang secara signifikan. Ia mengatakan, perdebatan harga tiket mahal ketika ini sebab masyarakat terbiasa dengan tarif murah dampak adanya ‘perang’ tarif antarmaskapai.

“Memang sekitar ini mereka perang tarif sampai-sampai begitu harganya normal seakan-akan jadi tinggi,” kata Menhub di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (12/1).

Budi menjelaskan, kompetisi dalam dunia bisnis penerbangan di tingkat internasional paling ketat. Keuntungan yang didapatkan tidak besar, tetapi mempunyai risiko tinggi. Ditambah, situasi harga avtur sebagai bahan bakar pesawat terus naik, namun maskapai secara berani tidak mendongkrak harga.

Kondisi tersebut membuat pada sebuah titik maskapai darurat harus menambah tarif untuk dapat menutupi beban keuangan. Mantan Direktur Utama PT Angkasa Pura II tersebut turut menyebut mengenai kepandaian maskapai yang bukan lagi menggratiskan bagasi penumpang.

Berdasarkan keterangan dari Budi, urusan tersebut ditempuh sebagai di antara upaya guna tetap dapat ‘bertahan hidup’ di tengah meningkatkan ongkos operasional pesawat. “Coba dibayangkan bila ada maskapai tiba-tiba berakhir. Saya tidak mendoakan tersebut karena kan menjadi repot. Oleh karenanya, tersebut menjadi di antara inovasi,” jelasnya.

Meski demikian, Budi menegaskan supaya seluruh maskapai penerbangan budiman dalam menilai harga tiket penumpang pesawat. Kenaikan tarif mesti dilaksanakan secara bertahap, tetapi tidak boleh melalui batas atas sesuai peraturan pemerintah. Ia pun menyatakan tengah berkata dengan semua maskapai perihal tarif pesawat yang sedang mendapat sorotan publik.

Adapun tentang batas atas tarif pesawat, Budi menuliskan bahwa sudah semenjak 2015 tidak terdapat kenaikan. Tahun ini, ia juga meyakinkan tidak bakal ada eskalasi tarif batas atas pesawat. Alasan pemerintah tak mendongkrak tarif batas atas dengan mempertimbangkan daya beli masyarakat yang belum begitu meningkat.

Oleh sebab itu, peraturan tarif pesawat yang ada ketika ini dinilai masih dapat diterapkan oleh semua maskapai penerbangan Indonesia. “Jadi, batas atas yang ada ketika ini masih dapat menjangkau keperluan mereka,” ucapnya.

Warta Terbaru

To Top