Ekonomi & Bisnis

Indonesia Bidik Timur Tengah Investasi di Sektor Migas

Indonesia Bidik Timur Tengah Investasi di Sektor Migas

Sumedang Media, JAKARTA — Berbagai terobosan sedang dilaksanakan oleh pemerintah untuk menambah investasi subsektor minyak dan gas bumi (migas). Salah satunya mengincar kerja sama dengan sebanyak negara khususnya di area Timur Tengah yakni Irak dan Azerbaijan.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Djoko Siswanto menyatakan Di samping Azerbaijan, Irak pun menjadi sasaran utama kerja sama dalam pengembangan industri petrokimia, pembangunan kilang dan eksplorasi lapangan migas di negara tersebut melalui PT. Pertamina (Persero).

“Nanti masih tidak sedikit kerja sama beda yang menyusul bakal dilakukan,” ujar Djoko, Sabtu (12/1).

5 Blok Migas Masuk dalam Lelang Tahap I 2019

Direktur Pembinaan Program Migas, Soerjaningsih menyampaikan rencana memperlebar kesempatan investasi hulu migas ke area Timur Tengah. “Yang akan anda laksanakan tahun ini merupakan meningkatkan kerja sama dengan Irak dan Azerbaijan. Dengan Azerbaijan, anda ditawari eksplorasi lapangan migas di sana dan pun impor minyak mentah,” ujar Soerjaningsih.

Kendati demikian, kemitraan kedua negara sifatnya masih penjajakan atau negosiasi. Hal ini nanti akan dibicarakan lebih lanjut dalam pertemuan bilateral antar kedua negara.

Investasi sektor migas di luar negeri bukan urusan baru untuk Pemerintah Indonesia. Sebab, sepanjang 2018 terdapat (empat) empat kerja sama pokok di sektor migas yang sukses disepakati oleh kedua belah pihak. Pertama Indonesia dengan Rusia melewati Rosneft, membina kilang GRR Tuban dengan nilai investasi 15-16 miliar dolar AS.

Kedua, kerja sama Indonesia dengan Saudi melewati Saudi Aramco, menggarap proyek RDMP kilang Cilacap dengan nilai investasi 5,4 – 6 miliar dolar AS. Ketiga, kerja sama Indonesia dengan Azerbaijan.

Pertamina menjalin kerja sama dengan SOCAR dalam urusan impor minyak mentah dan ekslporasi lapangan migas. Nilai investasinya bakal diketahui sesudah penandatangan nota kesepahaman. Keempat, kerja sama Indonesia dengan Bangladesh. Kelima, Indonesia dengan Pakistan dalam urusan pasokan LNG dengan nilai penerimaan sebesar 14,3 miliar dolar AS.

Kerja sama dengan sekian banyak negara ini diinginkan mampu mengawal tren investasi sektor ESDM. Sebagai catatan, realisasi investasi di sektor ESDM tahun 2018 menjangkau angka USD 32,2 miliar atau setara Rp 462,83 triliun.

Dari jumlah tersebut, sebesar 12,5 miliar dolar AS adalahrealisasi dari subsektor migas. Perolehan ini merasakan peningkatan dikomparasikan pencapaian 2017 dimana sektor migas baik hulu dan hilir melulu mengangongi investasi senilai 11 miliar dolar AS.

Warta Terbaru

To Top