Ekonomi & Bisnis

Inka Perluas Pabrik untuk Penuhi Kebutuhan Pasar Domestik

Inka Perluas Pabrik untuk Penuhi Kebutuhan Pasar Domestik

Sumedang Media, SOLO — PT Industri Kereta Api (Inka) memperluas pabrik untuk memenuhi kebutuhan armada kereta api di pasar lokal. Selama ini sebagian kebutuhan armada kereta api di dalam negeri masih harus didatangkan dari luar negeri.

“Contohnya kereta rel listrik (KRL) dengan rute Jabodebek (Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi, red), kebutuhannya lebih dari 1.000 unit” ungkap Direktur Produksi PT Inka Bayu Waskito Sudadi di sela kegiatan BUMN Mengajar di SMAN 1 Surakarta, Jawa Tengah, Jumat (7/12).

Padahal, dikatakannya, kapasitas produksi KRL yang mampu dipenuhi PT Inka dalam satu tahun hanya 200 unit. Oleh karena itu, pihaknya berupaya meningkatkan kapasitas produksi dengan mengembangkan pabrik baru di Banyuwangi.

Ia memperkirakan pabrik baru itu bisa mulai beroperasi pada semester dua 2020. “Kami sudah beli tanah, sudah ada pemenang tender juga. Untuk kapasitas produksinya tiga kali lipat dibandingkan dengan pabrik yang ada di Madiun,” ucapnya.

Ia mengatakan karena keterbatasan PT Inka dalam menyediakan KRL tersebut, PT Kereta Api Indonesia (KAI) harus mendatangkan armada kereta api dari luar negeri atau impor. “Ada yang didatangkan bekas namun layak dipakai, biaya relatif murah, waktunya relatif bisa terkontrol. Ini dilakukan untuk menutup kekurangan KRL mereka (PT KAI, red),” ucapnya.

Mengenai target kinerja, dikatakannya, pada 2018 PT Inka ditargetkan memperoleh omzet sebesar Rp 3,2 triliun dengan laba bersih Rp 8,7 miliar.  “Ini nyaris akhir tahun dan sudah tercapai. Melihat hasil tersebut, Kementerian BUMN menargetkan hasil yang lebih besar lagi untuk tahun depan yaitu sebesar Rp 3,7 triliun,” ucapnya.

Realisasi perolehan omzet saat ini tumbuh sebesar 21 persen jika dibandingkan dengan realisasi tahun sebelumnya.

Warta Terbaru

To Top