Ekonomi & Bisnis

Fintech Salah Gunakan Data Terancam Denda dan Pidana

Fintech Salah Gunakan Data Terancam Denda dan Pidana

Sumedang Media, JAKARTA — Layanan pinjaman berbasis online atau fintech lending yang melakukan penyalahgunaan data dapat terancam sanksi denda dan pindana. Hal itu disampaikan oleh Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Semuel Abrijani Pangerapan menyusul maraknya pengaduan masayarakat.

Tips Meminjam di OJK Blokir 400 Fintech Ilegal Penagihan Kredit Fintech Harus Sesuai Pedoman Aftech

“Pelanggaran utama ada di OJK, baru kita lihat seberapa besar pelanggarannya, kalau nanti memang ada tuntutan lebih dalam bisa dibawa ke meja hijau, karena itu ada UU ITE pasal 32” ungkap Semuel di kantor Kominfo Jakarta, Kamis (8/11).

Salah satu bentuk penyalahgunaan data, menurut Semuel ialah pengambilan kontak tanpa sepengetahuan nasabah. Untuk itu, diperlukan verifikasi layaknya layanan pinjaman .

Secara umum, Undang-Undang Internet dan Transaksi Elektronik (UU ITE) Pasal 32 meyebutkan bahwa setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak melakukan transmisi dan memindahkan informasi elektronik milik orang lain akan dipidana dengan penjara paling lama delapan tahun dan/atau denda paling banyak Rp 2 miliar.

photo

Ciri-ciri Fintech ilegal

Republika

Warta Terbaru

To Top