Ekonomi & Bisnis

Ingin Jadi Pengusaha Sukses Seperti Jack Ma? Ini Rahasianya

Ingin Jadi Pengusaha Sukses Seperti Jack Ma? Ini Rahasianya

Sumedang Media, NUSA DUA — Pendiri Alibaba, Jack Ma menjadi tamu istimewa dalam Pertemuan Tahunan Dana Moneter Internasional (IMF)-Bank Dunia (World Bank) 2018 di Bali. Di Mangupura Hall, Hotel Westin, Nusa Dua, Jumat (12/10), manusia Rp 570 triliun ini memaparkan tiga kunci sukses membesarkan usaha.

Ketiganya ialah Intelligence Quotient (IQ), Emotional Quotient (EQ), dan Love Quotient (LQ). Jack mengatakan IQ atau kecerdasan penting karena seorang pemimpin atau wirausaha harus menelurkan ide bisnis cerdas yang bisa bertahan melalui masa-masa sulit di masa depan. “IQ membuat Anda menemukan orang-orang bagus untuk bekerja bersama Anda,” ucapnya, Jumat (12/10).

Jack menceritakan ketimbang merekrut banyak ahli di perusahaannya, ia lebih suka merekrut orang-orang yang mempunyai semangat belajar tinggi dan optimisme tinggi. “Beri mereka waktu untuk belajar, biarkan mereka melakukan kesalahan. Kesalahan ialah pelajaran. Kesalahan bukan untuk dihindari, tapi untuk memperbaiki diri,” ucapnya.

EQ atau kecerdasan emosional diperlukan supaya wirausaha terampil bekerja sama dan menjadi pemimpin yang menginspirasi timnya. Jack menceritakan selepas meletakkan jabatan di perusahaan, ia ingin menciptakan lebih banyak wirausaha.

Pemilik jaringan  terbesar di Cina itu ingin menciptakan 10 ribu wirausahawan yang menjadi motor pembangunan baru di Afrika. Caranya dengan mengundang calon-calon pengusaha baru ini belajar dan berkunjung langsung ke Cina.

Baru-baru ini Ma mengundang seribu wirausahawan Afrika datang ke pusat Alibaba Grup di Distrik Xixi, Hangzhou. Di sana mereka dilatih membangun sistem pemasaran, melihat langsung rantai pasar, seperti membantu petani memasarkan produknya dari nol.

LQ penting karena ini digunakan berdasarkan perasaan kasih dan kepercayaan. Seorang wirausaha, sebut Jack harus mempunyai kepercayaan. Jika tidak, mereka tak akan menghasilkan. Jack mengaku tak menjanjikan karyawannya kaya. Namun, jika si karyawan mau bekerja, maka mereka akan menghasilkan. 

“Sekarang pun masih begitu. Setiap kali ada orang baru bergabung dengan kami, saya katakan, bukan Jack Ma yang memberi Anda kesempatan, tapi Anda di sini karena usaha Anda sendiri,” ucapnya. 

Republika

Warta Terbaru

To Top