Ekonomi & Bisnis

Pertemuan IMF-Bank Dunia Genjot PDRB Bali

Pertemuan IMF-Bank Dunia Genjot PDRB Bali

Sumedang Media, NUSA DUA — Gubernur Provinsi Bali, Wayan Koster optimistis Pertemuan Tahunan Dana Moneter Internasional (IMF)-Bank Dunia (World Bank) 2018 bakal menggenjot perekonomian Bali. Ia percaya pertemuan tahunan dua lembaga besar ekonomi dunia ini akan mendongkrak Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Bali di atas Rp 1,2 triliun.

“Selain dampak langsung, pertemuan ini juga akan mendongkrak PDRB Bali di atas Rp 1,2 triliun, sementara perekonomian Bali sendiri sudah di atas rata-rata nasional” ungkap Koster dijumpai di sela Karnaval Budaya ‘The Life and Economy of Bali’ di Nusa Dua, Jumat (12/10).

Koster mengapresiasi pelibatan pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) Bali dalam penyelenggaraan acara berskala dunia ini. Hal itu dinilainya tak sekadar promosi wisata, kesenian, dan kerajinan Indonesia, namun memberi dampak langsung pada masyarakat Bali.

“Delegasi yang awalnya mungkin belum pernah berkunjung ke pusat-pusat kerajinan Bali, mereka bisa berbelanja langsung di sini,” ucapnya.

Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) memprediksikan pertumbuhan ekonomi Bali tahun ini mencapai 6,54 persen didorong Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia, 8-14 Oktober 2018. Tanpa agenda tersebut, pertumbuhan ekonomi Bali diproyeksikan hanya 5,90 persen.

Selain menambah PDRB, pertemuan ini juga membuka jumlah kesempatan kerja 32.700 orang atau meningkat 1,26 persen sepanjang tahun ini. Upah riil juga meningkat 1,13 persen.

Menteri Pariwisata, Arief Yahya mencatat rata-rata pengeluaran ratusan delegasi selama pagelaran acara ini mencapai 2.500 dolar AS atau sekitar Rp 37,9 juta per orang. Potensi devisa yang kemungkinan diraup sepanjang acara ini mencapai satu triliun rupiah.

Kementerian Pariwisata setidaknya menawarkan 63 paket wisata kepada delegasi dan sudah terjual 2.600 paket. Harga paket wisata ini di kisara 75 dolar AS hingga dua ribu dolar AS.

“Kami juga menawarkan 600 paket perjalanan wisata di Bali yang habis diserap delegasi,” ucapnya.

Bali memperoleh sejumlah dukungan pembangunan infrastruktur untuk memperlancar pertemuan tiga tahunan dua lembaga ekonomi terbesar di dunia tersebut. Bentuknya ialah pengembangan Bandara Internasional Ngurah Rai, underpass Ngurah Rai, pengembangan Pelabuhan Benoa, penyelesaian pembangunan Garuda Wisnu Kencana, dan penanganan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarbagita Suwung. 

Republika

Warta Terbaru

To Top