Ekonomi & Bisnis

Minyak Dunia Bervariasi Bergantung Gedung Putih

Minyak Dunia Bervariasi Bergantung Gedung Putih

Sumedang Media, New York – Harga minyak ditutup bervariasi pada perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB, 15/9/2018). Diduga sebagai dampak sanksi Amerika Serikat (AS) terhadap Iran, diimbangi kekhawatiran pengenaan tarif tambahan AS terhadap China.

Semisal, minyak mentah AS, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober, naik 40 sen AS menjadi US$68,99 per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara patokan global, minyak mentah Brent untuk pengiriman November turun 9,00 sen AS, menjadi US$78,09 per barel di London ICE Futures Exchange.

Para pedagang mengatakan reli harga pada Jumat (14/9) dipicu laporan Menteri Luar Negeri Michael Pompeo terkait sanksi-sanksi baru AS terhadap Iran. "Ini meningkatkan kemungkinan bahwa akan ada lebih sedikit minyak yang keluar dari sana (Iran)," kata Phil Flynn, seorang analis di Price Futures Group, dikutip dari Reuters.

Saat ini, pemerintah AS memperbarui sanksi-sanksi terhadap Iran setelah menarik diri dari kesepakatan nuklir yang dicapai pada 2015 antara Teheran dan kekuatan-kekuatan dunia. Di mana, Washington memberlakukan kembali beberapa sanksi keuangan mulai 6 Agustus, sementara sanksi-sanksi yang mempengaruhi sektor perminyakan Iran akan mulai diberlakukan mulai 4 November.

Para analis percaya bahwa kekhawatiran terus-menerus tentang dampak sanksi-sanksi AS terhadap ekspor minyak mentah Iran tetap akan mendukung harga minyak.

Namun, dukungan positif dari sanksi-sanksi Iran itu, dihentikan oleh laporan bahwa Presiden AS Donald Trump menginstruksikan para pembantunya untuk melanjutkan pengenaan tarif tambahan ekitar US$200 miliar terhadap produk China. Perang dagang AS dengan mitra-mitranya, memicu kekhawatiran berkurangnya permintaan minyak global.

Sementara itu, jumlah rig yang beroperasi di ladang-ladang minyak AS naik tujuh rig menjadi total 867 rig pekan ini, perusahaan jasa ladang minyak Baker Hughes mengatakan dalam laporan mingguannya pada Jumat (14/9/2018). [tar]

 

Inilah

WARTA TERPOPULER

To Top