Ekonomi & Bisnis

Investasi Sekror ESDM Baru 25 Persen

Investasi Sekror ESDM Baru 25 Persen

Sumedang Media, Jakarta – Realisasi investasi sektor ESDM semester I 2018 hanya US$ 9,48 miliar atau 25,48% dari target investasi yang yang ditargetkan pada tahun ini senilai US$ 37,2 miliar.

Menilik data ini, maka realisasi dari investasi sektor tidak memuaskan. Dengan demikian, perlu kerja keras untuk membangkitkan investasi di semester II. Padahal target sebesar US$ 37,2 miliar telah dipangkas dari target awal tahun yang semula sebesar US$ 50,12 miliar.

Dikonfirmasi capaian investasi itu, Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar mengatakan ke depan ia akan melakukan pengawasan. Sebab, pemerintah menginginkan investasi di sektor ESDM meningkat setiap tahunnya.

"Perlu kami awasi dan evaluasi terus menerus agar target itu dapat tercapai," kata Arcandra baru-baru ini.

Sementara Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi, Publik, dan Kerja Sama pada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Agung Pribadi menyebut, hal itu belum bisa disimpulkan lesu. Sebab, semuanya itu baru bisa dilihat akhir tahun. "Siklusnya (investasi) hulu-hilir tahunan, tidak bisa dilihat per bulan,” kata Agung baru-baru ini.

Meski baru 25% masih optimis target investasi akan tercapai di akhir tahun. Pihaknya saat ini terus berusaha mencapai target investasi itu.

Apalagi investasi sektor hulu migas di semester II-2018 akan lebih banyak dari investasi di semester I-2018. “Kami berusaha capai," ujar dia.

Adapun target investasi US$37,2 miliar terdiri dari investasi migas sebesar US$16,8 miliar, investasi ketenagalistrikan sebesar US$ 12,2 miliar, investasi mineral dan batubara (minerba) sebesar US$6,2 miliar, dan investasi energi baru terbarukan dan konservasi energi (EBTKE) sebesar US$ 2 miliar. [hid]

 

Inilah

Warta Terbaru

To Top